Profile
Selamat datang di jendela profil MTs Manba'ul Huda
Visi dari MTs Manba'ul Huda:
Menjadikan madrasah yang membentuk Insan Ulul Albab dan Peduli Lingkungan.
Misi dari MTs Manba'ul Huda:
Menjadikan Tahfidz Al-Qur'an sebagai program unggulan MTs Manba'ul Huda agar santri bisa menjadi hafidz dan hafidzah.
Santri AKTIF
alumni
pengajar dan staff
kegiatan santri
Tsanawiyah Manba'ul Huda
dibawah naungan:
Yayasan Manba'ul Huda Al-Islamy
dibawah naungan:
Yayasan Manba'ul Huda Al-Islamy
Tujuan MTs Manba'ul Huda diantaranya ialah:
"Ceria, Ramah, Semangat Ibadah" mengajarkan kita untuk hidup dengan sukacita, menjalin hubungan baik dan menjalani ibadah dengan penuh semangat.
MTs Manba'ul Huda
Ini dia 3 Kurikulum yand digunakan oleh MTs Manba'ul Huda sebagai pembelajan.
Kurikulum ini menjadi fondasi utama dalam pemenuhan standar nasional pendidikan madrasah tsanawiyah.
Mengintegrasikan Kurikulum Internal Pesantren khas Jam'iyyah Persatuan Islam (PERSIS) untuk mendalami ilmu syari'at secara komprehensif.
Kurikulum ini dirancang khusus untuk mewujudkan motto madrasah "Ceria, Ramah, Semangat Ibadah" serta mendukung program unggulan sekolah seperti Tahfiz Al-Qur’an dan Adiwiyata.
MTs Manba'ul Huda

Kepala Madrasah

Wakamad Kurikulum

Wakamad Kesantrian

Wakamad Sarana Prasarana
MTs Manba'ul Huda

Bendahara TU

Operator Madrasah

Staff TU

Staff TU

Pengurus Lab
MTs Manba'ul Huda

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz

Guru/Asatidz
Kamu Harus Tau,
Cari tau lebih banyak lagi di halaman kesantrian, klik tombol dibawah!
Senin sampai Jum'at menjadi hari belajar dan Sabtu diisi dengan kegiatan.
Tersedia fasilitas yang kumplit seperti Lab Komputer, Perpustakaan, Kantin hingga Laundry.
Lebih dari 10 ruangan interaktif untuk santri bisa berkegiatan dan dengan kepemilikan madrasah.
Hampir seluruh pengajar disini meiliki gelar sarjana, agar proses KBM lebih efektif.
Mari cari tau,



Pondok Pesantren Persatuan Islam 110 Manba’ul Huda
(atau akrab disingkat MH) merupakan institusi pendidikan Islam terkemuka yang berdiri di bawah naungan Jam’iyyah Persatuan Islam (PERSIS) Pimpinan Cabang Buah Batu, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Sebagai lembaga pendidikan yang holistik, Manba’ul Huda menyelenggarakan jenjang pendidikan yang komprehensif, meliputi:
Sejarah panjang pesantren ini berakar dari dedikasi seorang tokoh Persatuan Islam, Al-Ustadz H. Itoh Qomaruddin (Alm.), yang mulai menginjakkan kaki di kawasan Cijawura Girang sekitar tahun 1960-an. Didorong oleh kerinduan yang mendalam untuk membangkitkan kembali ghiroh Islam yang murni berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah, beliau mulai merajut dakwah dari lingkup terkecil.
Langkah awal perjuangan beliau diwujudkan melalui penyelenggaraan pengajian umum rutin setiap malam Jum’at bagi masyarakat sekitar, bertempat di kediaman pribadi beliau di Jalan Cijawura Girang IV. Guna memberikan pemahaman Islam yang menyeluruh, jadwal kajian disusun secara tematis dengan menghadirkan para asatidz yang kompeten:
Perjuangan ini tidaklah mudah. Al-Ustadz H. Itoh Qomaruddin harus menghadapi pahit getirnya dakwah, terutama penolakan dari sebagian masyarakat yang kala itu masih memegang teguh tradisi keagamaan yang bercampur dengan unsur Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat (TBC). Namun, berkat keteguhan dan cara penyampaian yang bijak, dakwah beliau perlahan mulai diterima dengan sangat baik oleh lapisan masyarakat yang berpikiran moderat dan rindu akan kebenaran.
Melihat antusiasme umat yang semakin membesar, kebutuhan akan sarana pendidikan formal yang representatif pun menjadi mendesak. Beliau kemudian menginisiasi berdirinya Madrasah Manba’ul Huda yang mengkhususkan diri pada jenjang Diniyyah Ula untuk anak-anak. Di masa awal ini, santri belajar di area Masjid Manba’ul Huda pada pagi hari dan melanjutkan belajar di kediaman beliau saat malam hari.
Di bawah kepemimpinan Al-Ustadz H. Amin Al-Husaeni, kesadaran masyarakat untuk menyandarkan ibadah pada Al-Qur'an dan As-Sunnah semakin matang. Hal ini berdampak langsung pada meroketnya jumlah pendaftar di Madrasah Manba’ul Huda, sehingga ruang kelas yang ada tidak lagi mampu menampung antusiasme para santri.
Tahun 1995 menjadi tonggak sejarah penting seiring dengan pemekaran wilayah Kotamadya Bandung. Pimpinan Cabang Persatuan Islam Margacinta resmi terbentuk, dan Al-Ustadz H. Amin Al-Husaeni terpilih sebagai Ketua Umum. Langkah strategis pertama yang beliau lakukan adalah mengajukan peningkatan status Madrasah Manba'ul Huda menjadi Pesantren resmi ke Pimpinan Pusat (PP) Persis.
Penyematan kata "Pondok" di depan nama pesantren menjadi penanda sekaligus penegasan identitas bahwa lembaga ini telah bertransformasi menjadi boarding school yang menyediakan fasilitas asrama mukim bagi para santri. Sementara nama "Manba’ul Huda" tetap dipertahankan guna mengabadikan nilai sejarah dan filosofi mendalam yang telah dibangun sejak era rintisan, sehingga kini dikenal secara resmi sebagai Pondok Pesantren Persatuan Islam 110 Manba’ul Huda.
Manba'ul Huda Hari Ini:
Pesantren terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan, baik melalui revitalisasi infrastruktur fisik bangunan maupun peningkatan mutu akademik bagi para Santri dan Asatidz. Kepercayaan besar umat terbukti nyata; pada tahun 2019 saja, jumlah santri aktif telah mencapai 800 orang, dan mendekati angka 1.000 santri jika diakumulasikan dengan jenjang RA serta Diniyah Ula.

Kita tunggu kehadiran kalian di MTs Manba'ul Huda